02064 2200205 4500001002100000005001500021008004100036020002200077035001900099041000700118082000800125090002100133100001800154245002900172250003200201260001200233300004300245500155000288650002001838INLIS00000000000407420251203144721251203||||||||| | ||| |||| || |  a978-602-71639-3-5 0010-1225004066 aen0 a500 a581.707 21 NYO m0 aNyoman Wijana00aMetode analisis vegetasi aCetakan pertama, tahun 2014 aBANDUNG axxiii, 360 halaman : ilustrasi ; 26 cm aVegetasi adalah beragam tanaman atau tumbuhan yang menempati suatu ekosistem. Analisis tentang vegetasi merupakan cara untuk mempelajari komposisi (sifat komponen) dan bentuk (struktur) vegetasi dalam suatu ekosistem. Vegetasi menggambarkan perpaduan berbagai jenis tumbuhan di suatu wilayah atau daerah. Suatu tipe vegetasi menggambarkan sesuatu daerah dari segi penyebaran tumbuhan yang ada baik secara ruang maupun waktu. Analisis vegetasi digunakan untuk mengukur dan menentukan komposisi spesies tanaman, domain spesies, kepadatan tanaman, dan kondisi penutupan kanopi. Ada 5 level dalam kajian tentang struktur vegetasi yaitu : fisiognomi vegetasi, struktur vegetasi, struktur biomassa, struktur floristic, stuktur tegakan. Dari hasil analisis vegetasi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan : nilai ekonomi (terdapat berbagai tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat), prediksi titik rawan erosi (berdasarkan hasil analisis data stratifikasi vegetasi, tekstur tanah dan kemiringan lahan), prediksi volume balok (volume kayu yang dihasilkan dari hasil analisis densitas), prediksi produk tanaman budidaya (produksi terhadap buah kelapa dan kaitannya dengan nilai ekonomi dari buah kelapa). Kajian tentang vegetasi dibarengi dengan factor edafik dan factor klimatiknya. Faktor edafik berupa factor-faktor yang terdapat setempat seperti kandungan garam, struktur tanah dan gas-gas yang mempengaruhi sifat vegetasi. Dengan demikian dalam pengambilan data di lapangan memperhatikan keseluruhan factor yang terkait dengan ekofisiologi vegetasi. 0aEkologi tanaman