01538 2200205 4500001002100000005001500021008004100036020002200077035001900099041000700118082000800125090001400133100001900147245006000166250001100226260001200237300004900249500100400298650003001302INLIS00000000000475520251203144942251203||||||||| | ||| |||| || |  a978-602-6912-14-5 0010-1225004747 aid0 a600 a632 IMA P0 aI MADE SUDARMA00aPenyakit tanaman sayuran jenis kubis-kubisan (Crucifer) aCet. I aBANDUNG axvi, 211 halaman : ilustrasi berwarna; 26 cm aSayuran kubis-kubisan (crucifer), sudah menjadi kebutuhan bahan pangan pokok keseharian masyarakat Indonesia. Banyak tanaman sayuran ini di tanam di dataran tinggi, namun ada beberapa varietas yang dapat ditanam di dataran rendah. Kebutuhan sayuran terus meningkat khususnya di Bali, mengingat Bali menjadi tujuan wisata utama bagi wisatawan manca negara maupun domestic. Restoran dan rumah makan, untuk menyajikan kebutuhan wisatawan terus meningkat, sehingga kebutuhan sayuranpun terus meningkat pula. Namun Produksi sayuran pada areal pertanaman selalu mendapat hambatan berupa gangguan penyakit yang dapat menurunkan produksi. Penyakit tersebut antara lain : penyakit busuk hitam (black rot) merupakan penyakit yang umum dan kadang – kadang menjadi penyakit serius bagi tanaman yang termasuk dalam familia kubis, bercak pada kepala kubis (krop, busuk lunak bakteri (bacterial soft rot), dll. Untuk mengatasi hal tersebut sudah selayaknya para petani (grower) mencari solusi untuk mengatasinya. 0aPenyakit tanaman -- Kubis