01303 2200205 4500001002100000005001500021008004100036020002200077035001900099041000700118082000800125090001600133100001300149245004100162250001100203260002400214300002700238500081500265650001701080INLIS00000000000543920251203145203251203||||||||| | ||| |||| || |  a978-602-7659-02-5 0010-1225005431 aid0 a600 a633.5 DIL k0 aDILANISA00aKIAT SUKSES PENGELOLAAN KELAPA SAWIT aCet. I aJakarta Timurc2012 a60 hlm .; ilus .;23 cm aKelapa sawit memiliki produktivitas lebih tinggi sebagai tanaman penghasil minyak nabati. Kelapa sawit juga merupakan tanaman yang paling tahan hama dan penyakit. Proses produksi serta pengolahan kelapa sawit mampu menciptakan kesempatan kerja dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1848. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor, sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli, Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat revolusi industri pertengahan abad ke-19. Dari sisni kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli, maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura". 0aKelapa sawit