01802 2200217 4500001002100000005001500021008004100036020002200077035001900099041000700118082000800125090001800133100001900151700002600170245008900196250001100285260001800296300004200314500117900356650004901535INLIS00000000000626720251203145448251203||||||||| | ||| |||| || |  a978-602-74479-5-0 0010-1225006259 aid0 a600 a634.956 JOH a0 aJohan Iskandar0 aBudiawati S. Iskandar00aArsitektur tumbuhan : struktur pekarangan pedesaan dan ruang terbuka hijau perkotaan aCet. I aBANDUNGc2016 axvi, 198 halaman : illustrasi ; 26 cm aSistem pekarangan perdesaan dan ruang terbuka hijau pada dasarnya merupakan hasil kreasi manusia yang dilandasi oleh system pengetahuannya yang merupakan perwujudan kebudayaan lokal tempat tinggalnya maupun factor eksternal lainnya. Sistem pekarangan perdesaan, struktur vegetasi tanaman umumnya kompleks yakni tajuk vegetasinya sangat rimbun dan strata tajuknya berlapis-lapis. Masyarakat pedesaan cenderung menginginkan keanekaragaman produksi. Pada system pekarangan perkotaan, biasanya susunan vegetasi yang menyusun pekarangannya lebih didominasi oleh jenis-jenis tanaman hias dan stratifikasi lapisan-lapisan tajuk vegetasinya agak sederhana. Penduduk kota menginginkan system pekarangannya memiliki fungsi utama untuk estetika atau keindahan daripada produksi subsisten atau komersil. Demikian pula, pada tipe lahan terbuka hijau di kawasan kota, pada umumnya vegetasi didominasi oleh anekaragam tanaman hias dan kayu rindang hias. Hal tersebut mencerminkan pihak pengelola menginginkan vegetasi ruang terbuka hijau dapat memberikan fungsi estetika dan fungsi ekologis, seperti menciptakan keteduhan, kesejukan, menghasilkan oksigen, menyerap gas emisi pencemar, dll. 0aPohon, Penanaman -- Pemetaan tumbuh-tumbuhan