Cite This        Tampung        Export Record
Judul POLITIK GENDER
Pengarang AGUS HIPLUNUDIN
EDISI Ed. I , Cet. I
Penerbitan BANDUNG Rumah Lebah Pustaka Anak Indonesia Pustaka Anak Indonesia 2017
Deskripsi Fisik viii, 96 halaman : ilustrasi; 24 cm
ISBN 978-602-6576-06-4
Subjek Wanita - Hak sipil Wanita - Keadaan sosial Gender,
Catatan Buku Politik Gender ini mengilustrasikan konstruksi politik, sosial, budaya, dan ekonomi mengenai posisi perempuan yang diidentikkan dengan feminitas, terutama ketika berhadapan dengan dunia laki-laki yang diidentikkan dengan maskulinitas. Dalam konteks gender, perempuan diposisikan sebagai nomor dua dan laki-laki nomor satu. Perempuan dinaratifkan sebagai kelas sosial ekonomi inferior dan laki-laki sebagai kelas sosial superior. Ketertindasan perempuan tersebut menyebabkan terjadinya krisis eksistensialime pada perempuan. Dan krisis tersebut melahirkan sebuah gerakan perempuan yang disebut feminisme. Feminisme dapat dipahami sebagai kesadaran kolektif perempuan yang sedang mengalami penindasan dan bangkit melawan melalui sebuah gerakan terutama dalam ranah politik dan budaya.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
DKP-007663-P 324.34 AGU p Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - My Library Tersedia
DKP-015340-P 324.34 AGU p Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - My Library Tersedia
DKP-033514-P 324.34 AGU p Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - My Library Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003011
005 20251203144033
008 251203||||||||| | ||| |||| || |
020 $a 978-602-6576-06-4
035 0010-1225003003
041 $a id
082 0 $a 300
090 $a 324.34 AGU p
100 0 $a AGUS HIPLUNUDIN
245 0 0 $a POLITIK GENDER
250 $a Ed. I , Cet. I
260 $a BANDUNG $b Rumah Lebah Pustaka Anak Indonesia Pustaka Anak Indonesia $c 2017
300 $a viii, 96 halaman : ilustrasi; 24 cm
500 $a Buku Politik Gender ini mengilustrasikan konstruksi politik, sosial, budaya, dan ekonomi mengenai posisi perempuan yang diidentikkan dengan feminitas, terutama ketika berhadapan dengan dunia laki-laki yang diidentikkan dengan maskulinitas. Dalam konteks gender, perempuan diposisikan sebagai nomor dua dan laki-laki nomor satu. Perempuan dinaratifkan sebagai kelas sosial ekonomi inferior dan laki-laki sebagai kelas sosial superior. Ketertindasan perempuan tersebut menyebabkan terjadinya krisis eksistensialime pada perempuan. Dan krisis tersebut melahirkan sebuah gerakan perempuan yang disebut feminisme. Feminisme dapat dipahami sebagai kesadaran kolektif perempuan yang sedang mengalami penindasan dan bangkit melawan melalui sebuah gerakan terutama dalam ranah politik dan budaya.
650 0 $a Wanita - Hak sipil Wanita - Keadaan sosial Gender,
Content Unduh katalog